Showing posts with label Siroh. Show all posts
Showing posts with label Siroh. Show all posts

Friday, 18 September 2015

Banyak peran luar biasa dan mulia yang dijalankan oleh seorang ibu yang tidak diketahui oleh banyak orang. Salah satunya adalah upaya mereka untuk mengerahkan dan menanamkan nilai-nilai luhur di dalam hati anak-anak mereka dan untuk memelihara kecintaan mereka terhadap agama. Upaya yang kemudian berbuah luar biasa: ulama terkemuka, pemimpin besar, aktivis yang berani, dan warga yang baik.

Usaha tersebut terus berlanjut bahkan setelah anak-anak tumbuh ; dukungan seorang ibu pada saat kesusahan dan dalam menghadapi tantangan hidup memiliki dampak yang sangat besar .
Seorang ibu telah menjadi teladan yang bersinar dalam hal ini; putra beliau, Ahmad yang lebih dikenal dengan Ibnu Taimiyah, adalah satu dari ulama-ulama besar pada zamannya dan merupakan seorang pejuang Islam yang pemberani. Ia memiliki hati yang berani, tak ragu membela keadilan dan kebenaran di hadapan para penguasa meskipun penjara menjadi bayarannya.

Berikut ini adalah surat-surat antara Ibnu Taimiyah rahimahullah dan ibunda beliau yang menjadi bukti betapa sang Ibu telah memetik jerih payahnya. Surat yang dikirim Ibnu Taimiyah kepada ibundanya berisi permohonan maaf karena telah tinggal jauh dari sang bunda, di Mesir, untuk menyebarkan ilmu dan  mendidik masyarakat yang beliau berpendapat sebagai kewajiban yang tak terhindarkan. Surat itu sampai kepada sang Ibunda, tetapi yang lebih indah adalah surat balasan dari sang ibunda kepadanya.

Monday, 17 August 2015

Benarkan pulau Sumatra telah dikenal oleh Rasulullah saw semasa hidup, serta telah dilalui dan disinggahi para pedagang dan pelaut Arab di masa itu? Pernyataan ini diungkap Prof. Dr. Muhammad Syed Naquib al-Attas di buku terbarunya “Historical Fact and Fiction”.

Kesimpulan Al-Attas ini berdasarkan inductive methode of reasoning. Metode ini, ungkap al-Attas, bisa digunakan para pengkaji sejarah ketika sumber-sumber sejarah yang tersedia dalam jumlah yang sedikit atau sulit ditemukan, lebih khusus lagi sumber-sumber sejarah Islam dan penyebaran Islam di Nusantara memang kurang.

Ada dua fakta yang al-Attas gunakan untuk sampai pada kesimpulan di atas.

Pertama, bukti sejarah Hikayat Raja-Raja Pasai yang di dalamnya terdapat sebuah hadits yang menyebutkan Rasulullah saw menyuruh para sahabat untuk berdakwah di suatu tempat bernama Samudra, yang akan terjadi tidak lama lagi di kemudian hari.

Kedua, berupa terma “kāfūr” yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Kata ini berasal dari kata dasar “kafara” yang berarti menutupi. Kata “kāfūr” juga merupakan nama yang digunakan bangsa Arab untuk menyebut sebuah produk alam yang dalam Bahasa Inggris disebut camphor, atau dalam Bahasa Melayu disebut dengan kapur barus.
Masyarakat Arab menyebutnya dengan nama tersebut karena bahan produk tersebut tertutup dan tersembunyi di dalam batang pohon kapur barus/pohon karas (cinnamomum camphora) dan juga karena “menutupi” bau jenazah sebelum dikubur. Produk kapur barus yang terbaik adalah dari Fansur (Barus) sebuah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang terletak di pantai barat Sumatra.
Dengan demikian tidak diragukan wilayah Nusantara lebih khusus lagi Sumatra telah dikenal oleh Rasulullah saw dari para pedagang dan pelaut yang kembali dengan membawa produk-produk dari wilayah tersebut dan dari laporan tentang apa yang telah mereka lihat dan dengar tentang tempat-tempat yang telah mereka singgahi.

Sunday, 7 June 2015




sultan Mahmed II atau juga dikenal Sultan Muhammad Al- Fatih, beliau adalah Sultan yang memerintah di Dinasty Turky Utsmani. di juluki Al-Fatih (sang penakluk) karena telah menaklukkan konstantinopel. beliau berkuasa sampai pada tahun 1481 M sebelum akhirnya mangkat. Kejayaan baginda Sultan Muhammad dalam kepemimpinannya membuat decak kagum  para musuhnya. Sebelum-sebelumnya Nabi Muhammad SAW sudah meramalkan akan ada seorang Raja Islam yang akan menaklukkan konstantinopel seperti yang disabdakan oleh Nabi SAW:

"Konstantinopel akan ditaklukan oleh tentara Islam. Rajanya (yang menaklukan) adalah sebaik-baik raja dan tentaranya (yang menaklukan) adalah sebaik-baik tentara."

Sultan Muhammad II dilahirkan di Edirin pada 30 Maret 1423 M yang mana pada waktu itu Edirin adalah pusat kota pemerintahan Dinasty Turki Utsmani. beliau adalah putra dari Sultan Murad II beliau hidup di masa setelahnya Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pahlawan perang Salib) 1137 -1193 M

Thursday, 28 May 2015



Dialah Rasulullah salallahu alaihi wasalam sang pembawa cahaya kebenaran, perubah peradaban dunia, pemimpin sepanjang masa, yang menjadi contoh bagi seluruh umat manusia, dan menjadi figur umat Islam di seluruh dunia,. Dengan seluruh daya upaya, beliau serahkan seluruh harta dan jiwa raga untuk tersampainya sebuah kebenaran. Seorang rasul yang tak kenal lelah dan putus asa dalam menyampaikan dan selalu mendoakan kebaikan kepada seluruh umatnya. 

Bersabar atas segala cobaan dan perih yang selalu pasang. Dan menjadi sang pemimpin yang membawa umatnya ke gerbang kemenangan.

Siroh nabawiyah adalah sebuah ilmu kehidupan yang tak akan pernah hilang oleh peradaban dan tak akan luntur digilas zaman. Ia adalah catatan perjalan kehidupan seorang Rasul utusan sang Maha pencipta. di setiap jejak langkah yang telah terlampaui, menyiratkan begitu banyaknya hikmah dan pelajaran. Ulasan dan maknanya tak bisa disamakan dengan sejarah manapun atau siapapun. Setiap ahwal akan selalu berarti karena Rabb yang mengatur alam semesta ini ikut campur dalam catatan hidup Muhammad salallahu alaihi wasalam.

 Keajaiban demi keajaiban, mukjizat demi mukjizat datang silih berganti menghiasi perjuangan. Sikap dan akhlak yang mulia senantiasa mengalir. Nasehat dan wejangan seolah tak terhenti kepada para generasi Qurani. Sehingga tak salah jika deklarasi sebaik-baik zaman adalah pada saat itu. Karena para sahabat generasi awal adalah orang-orang pilihan yang dididik langsung oleh Rasulullah. Akhlak mulia yang beliau miliki merupakan akhlak terbaik seorang manusia yang pernah hidup di muka bumi ini. Tak ada yang mampu menandingi. 



فَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَحْوِيلًا
Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat perubahan bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu.( Fathir :43)
Sunnatullah atau hukum Allah adalah cara yang di tempuh oleh Allah untuk berinteraksi dengan umat manusia berdasarkan kepada sikap, perilaku, dan sepak terjang  manusia atas syariat Allah dan para nabi-nabinya. Dan akibat dari semua kejadian itu baik di dunia maupun di akhirat. ( kitab As sunan Al ilahiyah)
Sunnatullah adalah ketetapan mutlak yang  tidak akan pernah berubah di gilas zaman dan perbedaan tempat. Ia bermaqom seperti itu dan akan selalu seperti itu hingga akhir sejarah umat manusia ;surga atau neraka.
Meskipun Allah subhanahu wata’ala berkuasa atas ketetapannya, ia tidak membiarkan umat manusia buta dalam mengarungi sejarah/tarikh dari masa ke masa. Melalu para Nabi dan Rasulnya, Allah mengajarkan sunnah-sunnah-Nya  yang berupa dakwah ilallah, tentang tauhid, syariat hingga masalah-masalah kehidupan manusia sejak di ciptakannya nabi Adam alai salam sebagai seorang bapak bagi umat manusia hingga bagaimana   melaluinya dengan benar.
Para nabi dan rasul menyampaikan risalah yang sama, hingga Rasul yang terakhir yaitu Rasululullah Muhammad shalallahu alaihi wasallam dengan Al-Quran. Sehingga dengan Al Quran ini manusia mampu menangkap esensi sunnatullah yang bersifat kejadian-kejadian (ahwal) yang telah terjadi dan yang akan terjadi.

Sebagai sunnah Allah yang berlaku juga bagi orang-orang telah terdahulu sebelummu. Dan engkau tidak akan mendapati perubahan pada sunnah Allah. ( Al-Ahzab:62)
Hal ini di pertegas dengan adanya kisah-kisah/ tarikh umat-umat terdahulu yang Allah ‘kisahkan’ dalam Al Quran, diantaranya : kisah para nabi dan Rasul, ashabul kahfi, ashabul ukhdud, kisah lukman dll. Kisah-kisah itu  sangat menakjubkan bahkan ada beberapa yang di ulang-ulang.
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. )Yusuf :111)

Saturday, 8 June 2013


Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu Alami,(dia) sangat menginginkan (keislaman dan keselamatan) bagimu, penyantun, dan penyayang terhadap orang-orang yang berima. ( At Taubah : 128 )
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rosululloh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Alloh.” (QS. Al-Ahzaab [33]: 21)
Ibn Hazm berkata : فهذه السيرة العظيمة لمحمد تقتضي تصديقه ولم يكن له معجزة غير سيرته لكفى
Sirah Nabawiyah, adalah salah satu ilmu syar’i yang sangat penting. Ia menjadi  sebuah manhaj umat Islam dalam mengarungi kehidupan. Betapa tidak, Rasulullah salallahu alaihi wasalam telah mencontohkan semua hal kepada umat ini. dalam bermuamalah antara manusia dengan Rabb nya, manusia dengan manusia dan manusia dengan makhluk Allah lainnya. Akan tetapi berbagai masalah dan kebimbangan yang berkepanjangan yang melanda umat ini, tidak menjadikan alasan mereka untuk mengambil sikap dengan kembali menilik kepada kehidupan Rasulullah ketika itu. Semua aspek kehidupan yang telah beliau contohkan ternyata hanya menjadi bingkai kisah yang menjadi bahan diskusi dan pembicaraannya saja.

Thursday, 11 October 2012











Beliau lahir di kampung Nurs daerah Khizan wilayah Bitlis, Turki. Beliau memiliki hafalan yang kuat, otak yang cerdas serta sifat yang pemberani. Guru pertama beliau adalah Mullah Abdullah yang merupakan kakaknya sendiri, yang pula memberikan gelar Badiuzzaman kepada beliau. Semasa mudanya beliau habiskan dengan ilmu dan tazkiyatunnufs, banyak pergi ke tempat-tempat pengajian dan banyak menghafal kitab kitab seperti nahwu, sharaf, mantiq dan berbagai ilmu agama seperti tafsir dan ilmu kalam. Berkat ajakan Hasan Pasha beliau di ajak ke kota Van dan dari situ beliau mulai tertarik pula untuk mendalami ilmu-ilmu modern seperti Matematika, Geologi, Fisika, Kimia, Astronomi, sejarah, Geografi, dan filsafat dalam waktu yang singkat .

Selama menjadi tamu Hasan Pasha di Van, beliau membaca sebuah koran yang kemudian menjadi titik tolak perubahan dalam hidup beliau. Dimana tertulis didalamnya pernyataan seorang menteri penjajah inggris Sir William Ewart Gladston dikantornya sembari berkata, “ Selama Al quran ini berada ditangan umat islam, kita tidak bisa menguasai mereka. Yang perlu kita lakukan adalah merampas Al quran ini dari tangan mereka atau kita jauhkan mereka dari al quran . dari berita yang telah beliau baca ini akhirnya beliau bersumpah, “ Aku akan membuktikan dan memperlihatkan bahwa Al quran adalah mentari maknawi yang tidak akan padam dan tidak dapat dipadamkan”. Lantas beliau mewakafakan hidupnya untuk mewujudkan sumpahnya itu.

Badiuzzaman berpendapat bahwa cara untuk menyelamatkan Daulah Utsmaniyah dari musuh internal atau eksternal adalah perjuangan dibidang pendidikan. Beliau mempunyai rencana besar untuk mlindungi cahaya ini dari segala bentuk pertentangan dan kerusakan terhadap masa depan Turki melalui penjagaan Al quran. Mencerahkan umat islam dengan pendidikan hanyalah cara yang satu-satunya cara untuk menjaga umat ini dari kehancuran. Maka dari itu beliau pergi ke Istambul untuk menarik perhatian pusat kekhalifan agar memberikan perhatian kepada rakyat Anatolia dan mendukung rencana beliau untuk mendirian perguruan Az Zahra di Van atau Diyarbakir.

Beliau mempunyai cita-cita besar yaitu mendirikan universitas Az Zahra. Dengan segala bentuk daya dan upaya beliau lakukan demi terwujudkannya cita-cita mulia ini. Tapi apalah daya jika penguasa tak menyetujui dengan berbagai alasan dan pertimbangan, Az Zahra sangat sulit diwujudkan. Pada akhirnya beliau menempuh jalur politik dan memilih untuk tetap tinggal di Istanbul . Beliau banyak menulis di surat kabar dan berperan penting dalm berbagai forum dan pertemuan. Setelah itu beliau bergabung dalam organisasi Ittihad Muhammadiya dan menjadikan pengaruh besar dalam organisasi ini.Setelah peristiwa 31 maret berlalu beliau dipanggil untuk diiterogasi di pengadilan militer Istanbul dengan tuduhan terlibat dalam insiden tersebut. 


Dengan dilontarkan beberapa pertanyaan yang beliau jawab dengan benar dan tegas akhirnya beliau bebas dan kembali lagi ke Van. Sambil mengunjungi suku dan kabilah, beliau juga mengajarkan mereka kemasyarakatan, budaya dan keilmuan.Salah satu nama kajian yang beliau sebarkan bernama munazarat atau debat. Setelah beberapa lama tinggal di Van beliaupun pergi ke Syam. Disana beliau mnyampaikan khotbah yang mampu menyihir hingga 10.000 orang dari jamaah masjid Umawi.dalam perjalanan ke Rumeli beliau bertemu dengan Sultan Rasyid dan mengusulkan pmbukaan beberapa cabang perguruan Az Zahra. Usulan ini diterima dan akhirnya terwujudlah impian beliau selama ini untuk mendirikan Az Zahra meski waktu itu perang dunia pertama meletus yang menyebabkan terhambatnya pembangunan. Beliau tetap bersyukur karena impiannya selama ini akan terwujud dalam bentuk ratusan Madrasah Nur yang tersebar diseluruh Turki.

Pada tahun 1914 – 1918 merupakan perang dunia pertama yang melibatkan beliau dan para pelajarnya ikut serta melawan Rusia dan Armenia diwilayah timur.Dalam keadaan yang genting ini dengan pertolongan Allah beliau mampu menulis sebuah kitab tafsir yang merupakan maha karya beliau dalam bidang ilmu tafsir yang berjudul “ ‘Isyarotul I’jaz “. Ketika Rusia mampu menguasai daerah Bitlis pada tahun 1916 beliau tertangkap dan berhasil melarikan diri lewat jalan Pittersburg, Warsawa dan Vienna lalu sampailah ke Istanbul pada 26 juni 1918. Atas keinginan Syaikhul islam Mustafa Sabri beliau ditunjuk sebagai anggota Dewan Hikmah Al Islamiyah yang bertugas memberikan fatwa dan melakukan syura menghimpun para ulama. Pada penghujung perang dunia ini negara-negara yang berada dibawa Kekhalifahan Utsmaniyah banyak yang tertakhlukan. Hal ini membuat negara-negara seperti Inggris, Prancis, Italia dan Yunani menguasainya. Pada saat Anatolia dikuasai oleh inggris, dengan segala usaha dan sepak terjanganya beliau mampu mendorong rakyat Anatolia untuk melawan penjajah Inggris. Hal ini membuat pemerintah di Angkara memberikan apresiasi yg luar biasa kepada beliau dan diundang untuk menghadiri salah satu rapat parlemen pada tahun 1922.

Meskipun  beliau hidup di tengah-tengah parlemen pemerintahan dan menjadi penasehatnya, serta para penjajah berhasil diusir dari negeri tersebut. Beliau merasa bahwa pengaruh kehidupan Eropa  mulai masuk dan merambat ke seluruh penjuru Anatolia. Pun juga nasehat-nasehat beliau kepada para penguasa parlemen yang semakin jauh dari nilai-nilai islam tak lagi di hiraukan. Akhirnya beliau memutuskan untuk kembali ke Van dan mengasingkan diri disana sebagai sarana untuk muhasabah diri seraya menunggu tugas yang akan diberikan taqdir kepadanya. Tidak lama setelah itu meletuslah peristiwa Syaikh Said dan terjadi banyak pertumpahan darah. Namun beliau tetap memilih untuk tidak ikut campur dalam urusan ini dan berkata, “Tidak boleh ada pedang yang diangkat diatas kepala anak-anak bangsa sendiri yang telah mengusung panji Al quran selama bertahun tahun”. Pada tahun 1925 beliau dibawa ke Istanbul dan dari sana beliau di bawa ke Burdur dan Isparta. Lalu untuk menghalangi beliau bertemu dengan masyarakat akhirnya beliau diasingkan ke Desa bernama Barla di Isparta.       

Setelah 8 tahun beliau mengalami pengasingan di Barla, beliau telah berhasil menulis tiga perempat  kumpulan risalah An Nur yang merupakan tafsir dan hakikat Al quran serta sebagian besarnya mengetengahkan masalah keimanan. Beliau juga mengisyaratkan kepada siapa saja yang mau menjadi muridnya dan menulis risalah ini, untuk menuliskanya dengan huruf-huruf Al quran atau bahasa arab. Disamping menulis dan memperbanyak risalah ini, murid-murid risalah An Nur yang berada disekitar Barla dan Isparta menyebarkan risalah ini ke seluruh pelosok Anatolia hingga seakan-akan wilayah itu menjadi sebuah kota madrasah.

Risalah An Nur mulai dikenal banyak orang dan membuat separo dari kalangan masyarakat merasa tidak tenang. Maka pada tahun 1934 pengasingan beliau dipindahkan dari Barla ke Isparta. Setahun setelah itu beliau dituduh mengadakan perkumpulan rahasia untuk menggulingkan kerajaan. Maka pada tahun 1935 beliau dijebloskan lagi kedalam penjara bersama 120 muridnya. Setelah diinterogasi dan tidak terbukti, beliau tetap dihukumi penjara selama 6 bulan dengan tuduhan Risalah Tasattur (tentang menutup aurot). Setelah bebas, beliau diasingkan lagi selama 8 tahun di wilayah Kastamonu pada tahun 1936. 


Pada saat pengasingan 8 tahun ini, Risalah An nur mulai dikirim dan tersebar kembali di Isparta dan Anatolia hingga menembus ke pelosok yang paling dalam. Kelompok kajian beliau pun semakin lama semakin tersebar luas. Orang-orang yang beliau sebut sebagai ‘musuh-musuh agama yang terselubung’ juga tidak bisa menahan diri. Beberapa kali mereka menyerang ke rumah yang beliau singgahi. Beliau dipindahkan dari satu mahkamah ke mahkamah yang lain. Dibuang dari satu daerah ke daerah lain. Beliau juga pernah diracun sebanyak 23 kali. Hanya karena dukungan Allah lah beliau selamat dari pengaruh racun pada setiap percobaan. Kendati banyak tekanan, gerakan dakwah islam tidak bisa terhalangi dan dihalang-halangi.

8 tahun beliau diasingkan. Akhirnya pada tahun 1943 bersama 126 orang muridnya di bawa ke Mahkamah tinggi di Denizli. Setelah diadakan penelitian Risalah An nur oleh para profesor dan ilmuan yang kredibel ternyata telah disepakati bahwa “ Badiuzzaman tidak tidak mempunyai tujuan politik dan Risalah An nur merupakan tafsir Al Quran yang didasarkan pada ilmu dan keimanan”. Setelah itu para muridya dibebaskan sedangkan beliau tetap dalam penjara selama 8 bulan dan tidak diperkenankan menemui muridnya selama itu. Lalu setelah dibebaskan, beliau tinggal di Denizli selam dua bulansebelum akhirnya dipindahkan paksa ke tempat lain, yakni Emirdag pada 20 juli 1944.

Walaupun banyak mengalami tekanan tetapi dakwah Risalah An nur tetap berjalan. Emirdag sempat gempar dengan kehadiran beliau. Walaupun banyak halangan, orang yang mengunjungi beliau tidak pernah putus. Para murid beliau membawa risalah dam beliau mengoreksinya. Walaupun disetiap harinya beliau selalu diawasi oleh polisi dengan penjagaan yang ketat.

Pada tahun 1948 beliau bersama meridnya di tangkap lagi dan dibawa ke Afyon. Tuduhannya masih sama yaitu “ menentang kerajaan dan mengadakan pertemuan politik rahasia ”. Penyidikan berjalan selama 20 bulan dan lagi-lagi mereka dianggap tidak bersalah setelah ada pengajuan banding. Memang aneh, kendati keputusan banding, konon itu hanya untuk memperbaiki kekurangan pemerintah yang menunda nunda proses hukum beberapa lama hingga masanya habis. Setelah itu beliau dan muridnya bebas. Pada saat partai demokrat berkuasa beliau dipaksa tinggal di Ekisehir. Akhirnya Said Nursi pindah ke Isparta dan sibuk bersama murid-muridnya disana.

Kehidupan politik turki mulai kacau pada bulan-bulan pertama 1960. Said Nursi berusaha memperingatkan dan menegur kerajaan dan mewanti-wanti bencana yang akan terjadi. Beliau pergi ke Ankara hingga tiga kali. Setelah itu pada 11 januari ditahun yang sama, Menteri dalam negeri melarang beliau untuk masuk ke Ankara untuk yang ke tiga kalinya dan menyarankan beliau untuk putar balik ke Golbasi. Atas desakan dari Partai Rakyat (Partainya Attaturk), Menteri Dalam Negeri meminta beliau agar menetap di Emirdag. Maka beliau kembali ke Emirdag untuk beberapa lama. Setelah itu beliau pergi ke Isparta. Kemudian pelan tapi pasti, Said Nursi mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang disekitarnya. Dibeberapa nasehat beliau sering berbicara tentang kematian, wasiat dan alam kubur. Juga beliau sampaikan bahwa beliau tengah bersiap siap menuju alam akherat. Sebab tangan-tangan penerus dakwah keimanan dan Al Quran bagi Risalah An nur telah menulisnya. Kondisi kesehatan beliau kian mengkhawatirkan.

Baduzzaman kembali ke rahmatullah pada waktu shubuh hari ke 25 Ramadhan 1379 H, atau bertepan dengan 23 maret 1960. Pada esoknya beliau disholatkan di masjid ‘Urfa oleh jamaah yang memadati masjid. Beliau yang dianggap sebagai imam abad ini di bawa ke Khalilu Rahman, lalu jenazahnya di semayamkan ditempat yang telah dipersiapkan.

Dua bulan sepeninggalan beliau yakni 27 Mei 1960, terjadi kudeta kekuasaan yang menyebabkan kuburan beliau dibongkar kembali pada tanggal 12 Juli 1960. Mereka yang selalu menggangu dan tidak memberikan kesempatan istirahat semasa hidup beliau tetap takut kepadanya walaupun beliau telah meninggal dunia. Dan akhirnya kuburannya dipindahkan ke suatu daerah yang tidak diketahui di Isparta. Wallau a’lam.

Thursday, 30 August 2012



Raja terbaik kaum Muslimin
Aku tidak melihat kecuali kebaikan dan tidak terdengar pula kecuali kebaikan
(Umar Bin Khotob)

Study Sejarah peradaban islam tidak akan lengkap tanpa menelaah jejak para Khalifah dan lika-liku kekhilafahan umat islam dari masa ke masa, baik itu dari  kholifah Ar-Rasyidah yang penuh dengan futuhat islamiyah, khilafah Umawiyyah yang mulai berbenah dalam administrasi kenegaraan, Abbasiyah yang  mashur dengan perkembangnya keilmuan, sastra dan arsitektur, dinasti Saljuk yang di kenal kuat militernya, Fatimiyah di mesir, daulah Umawiyyah di dataran benua Eropa tepatnya di Andalusia dengan masa keemasanya yang meninggalkan masjid Qordoba dan kota Az Zahra, kesultanan Mogul di India yang meninggalkan salah satu karya arsitektur super indah dan tercatat sebagai salah satu “The seven Wonders of the World”, Tajmahal serta kekhilafahan Turki Ustmani yang di kenal dengan pasukan elitnya “Jenissari” mampu  bertahan hingga awal abad 19.

Berbicara masalah sejarah kita tidak terlepas dari para tokoh pelaku sejarah tersebut yang memenuhi catatan-catatan para Muarikh atau para sejarawan sehingga tak pelak kalau catatan mereka sampai berjilid-jilid sebut saja Imam  At-Thobari penulis dari kitab At-Tarikh At Thobari, Ibnu Katsir yang melahirkan kitab Al Bidayah Wa An Nihayah 14 jilid, Ibnu Khaldun dengan kitab “Muqadimah li Ibn Khaldun”. 

Siapakah beliau ?
Salah satu tokoh yang berpengaruh dalam peradaban Islam ialah Muawiyah bin Abu Shafyan Radhiallahu ‘Anhu, salah seorang sahabat mulia yang mendapatkan doa dari Rosulullah sholallau alaihi wa salam sebagaimana diriwayatkan oleh imam At-Tirmidzi dari jalur Abdurrahman bin Abi Umairah Radhiallahu ‘Anhu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam berkata kepada Muawiyah “Allahumajalhu haadiyan mahdiiyan wa ahdzi bihi” Al Bani menyatakan bahwa hadis ini shahih.

Para sejarawan sepakat bahwa beliaulah sang pendiri kekhilafahan Umawiyyah dengan Damaskus sebagai ibu kotanya. Pembahasan mengenai beliau penuh pro dan kontra, tidak sedikit yang memuji dan tidak terbilang pula yang mencerca, terutama ketika dan setelah terjadinya fitnah sampai terbunuhnya Ustman bin Affan dan puncaknya dengan meletusnya perang Sifin antara Ali bin Abi Tholib dan Muawiyah bin Abi sofyan. Untuk lebih jelas mengenai perang Sifin bisa merujuk pada kitab “Waqoatu Sifin” yg ditulis oleh syeikh Ibnu Mazaakhim Al Munqirii.

Beliau lahir di mekah 15 tahun sebelum hijrahnya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam, terlahir dari keluarga bangsawan, ayahnya ialah Abu Sofyan salah seorang pemimpin Qurais, ibunya Hindun Binti Utbah. Beliau masuk islam pada tahun 8 H di hari penaklukan Mekah. ada pula sebagian pakar sejarah  yang mengatakan 7 hijriah. Beliau ikut pada peperangan Hunain bersama Rasulullah Shalallau ‘alaihi wa salam dan para sahabat radhiallahu ‘anhum. Beliau juga termasuk “Mualafatu Qulubuhum”, maka tidak heran klo beliau diberi 40 uqiyah dan 100 ekor unta dari ghanimah perang Hunain. sebagai mana yang di sebutkan oleh Safi’urrohman Mubarok Furri dalam kitabnya “Rokhiqu Al Makhtum”.

Amir Syam
Imam Syuyuti dalam kitabnya “Tarikh Al Khulafa” mengatakan “ ketika Abu Bakar As-Shidiq mengirim pasukan ke Syam, Muawiyah ikut serta bersama saudaranya Yazid bin Abu Shafyan yang menjadi amir. Ketika Yazid meninggal Muawiyah menjadi Gubernur  Damaskus mengantikan saudaranya, Yazid bin Abi Shafyan. Kemudian ditetapkan kembali pada zaman Umar bin Khattab dan pada zamannya Ustman beliau di angkat menjadi gubernur seluruh wilayah Syam” beliau menjabat sebagai gubernur wilayah Syam selama 20 tahun.

Pada tahun 35 hijriah terjadi hal yang membelalakan mata setiap muslim, mendung kesedihan menyelimuti Madinah dan seluruh wilayah islam pada waktu itu dengan terbunuhnya Ustman bin Affan. kholifah Ar-Rasyidah ketiga, Dzu Nuroin dan pemberi bekal Jaisy Al Usrah. Beliau syahid di bunuh oleh sekelompok pemberontak yang tidak suka pada Utsman secara khusus dan tidak suka dengan persatuan dan kemajuan kaum muslimin pada saat itu. Kemudian kaum muslimin sepakat untuk membaiat Ali bin Abi tholib sebagai kholifah ke empat.

Ali bin Abi tholib menjabat sebagai khalifah pada saat yang amat sulit, di satu sisi beliau ingin memperbaiki stabilitas daulah, sedangkan di sisi lain banyak pihak yang menuntut balas atas kematian Utsman bin Affan termasuk ibunda Aisyah radhiallahu ‘anha dan Muawiyah bin Abi Shafyan yang tergolong kerabat dekatnya. Pada 21 Romadhon tahun 40 hijriah Abdurrohman Bin Muljam menikam Ali bin Abi Tholib di jalan ketika beliau hendak pulang dari sholat subuh dengan pedang beracun sehingga beliau meninggal tiga hari setelah peristiwa tersebut. Kemudian Al Hasan bin Ali Bin Abi Tholib naik menjadi kholifah, tapi tidak seluruh kaum muslimin membaiatnya khususnya penduduk Syam. Demi menjaga keutuhan umat  dan menghindari pertumpahan darah kaum muslimin maka Al Hasan bin Ali bin Abi Tholib turun dari jabatan kholifah dan menyerahkanya kepada Muawiyah bin Abi Sofyan.

Lebih lanjut, Imam Asy-Syuyuthi mengatakan bahwa Muawiyah bin Abi Shafyan naik sebagai kholifah pada bulan Rabi’ul Akhir, ada juga yang mengatakan bulan Jumadil Ulaa tahun 41 hijriah, sejarah mencatat,  tahun tersebut dinamakan dengan “Ammul Jama’ah” atau tahun persatuan. Bersatunya kaum muslimin dibawah kholifah Muawiyah bin Abi Sofyan. Hal senada juga di sampaikan oleh Ibnu Al-Atsiir dalam kitab beliau “Asadul Ghabah” dengan menambahkan “ Muawiyah menjabat sebagai amir 20 tahun dan kholifah 20 tahun”.

Diriwayatkan dari Imam Ahmad bin Hambal, dari jalur Al Irbadh bin Sariah bahwasanya dia mendengar Rosulullah sholallau alaihi wa salam berdoa “ yaa Allah ajarilah Muawiyah menulis dan berhitung, dan lindungilah ia dari azab” dari berkah doa tersebut maka Muawiyah masyhur sebagai orang yang cerdas. Meneliti lebih jauh maka akan kita dapati kecerdasan beliau akan tampak ketika beliau menerapkan strategi politik. Baik  dalam kancah perpolitankan dalam negri muapun luar negri yang berhadapan langsung dengan imperium Romawi dan Persi.

Beberapa hal yang dicapai muawiyah ketika menjabat sebagai kholifah, di antaranya :

1.      Beliau orang pertama yang Membangun armada angkatan laut islam.
2.      Menaklukan (membuka)  beberapa negri, Asia kecil, Akhwas, Maghrib Al Adnaa( Tunisia) dll.
3.      Mendirikan detasemen keamanan: 1. Al hajib ( Pasukan pamong praja), 2. Al Khiros ( security guard), 4. Mendirikan badan inteljen daulah.
4.       Mendirikan markaz khotam ( segel/ stempel) dll.

Beliau meninggal dunia di usia 78 di Damaskus, pada bulan Rajab tahun 60 hijriah setelah menjadikan putranya , Yazid bin Muawiyah sebagai wilayatul Ahd (colon penerus). Akibatnya banyak kalangan sahabat yang tidak setuju karena ini termasuk hal yang baru dalam islam yang sebelumnya memakai system syuura. Tapi, melihat keadaan saat itu yang sangat berpotensi menimbulkan fitnah maka Muawiyah berijtihat untuk mengambil wilayatul ahd. Banyak ulama dan pakar sejarah yang sepakat dengan keputusannya, sebut saja Ibnu Taimiyah dalam kitab “Minhaju As Sunah”, Dr Muhammad Ahmad Muhammad, ketua jurusan sejarah islam di Al Azhar juga mengamini ijtihat Muawiyah.

Fenomena yang ada
Sejauh pengamatan penulis, banyak kita dapati kaum muslimin yang menamai putra dan putri mereka dengan nama-nama para sahabat. Ada yang namanya Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Amru, Hasan, Husain, Aisyah, Fatimah, Shofiyah. Tapi sangat jarang,  bahkan penulis belum pernah mendapati saudara, teman atau kenalan yang bernama Muawiyah. Mungkin faktor kebodohan akan sejarah dan stigma negative tentang beliau telah menjamur dan mengakar di sebagian kaum muslimin khususnya kaum syi’ah.

Pendapat para sahabat dan ulama mengenai beliau
Selain mendapatkan doa dari Rasulullah Shalallau ‘alaihi wa salam, banyak pemuka sahabat dan ulama salaf yang berpendapat baik terhadap beliau. Tentu hal ini sudah lebih dari cukup untuk mematahkan syubhat-syubhat yang di lontarkan oleh orang-orang jahil dan kaum Syi’ah yang tidak senang terhadab beliau.

Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu berkata : aku tidak melihat seorang-pun yang lebih cakap setelah Rosulullah sholallau alaihi wa salam dari Muawiyah, Sa’ad Bin Abi Waqas berpendapat : aku tidak melihat seorangpun yang lebih berhak dalam urusan ini ( kekhilafahan), kecuali Muawiyah.

Ibnu Mubarak pernah ditanya mana yang lebih afdhal antara Muawiyah Bin Abi Syofyan dan Umar bin Abdul Aziz? Beliau menjawab : sesunggungnya debu yang menempel pada lubang hidung Muawiyah ketika bersama dengan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam lebih afdhal dari Umar Bin Abdul Aziz.

Ibnu Taimiyah berkata mengenai Muawiyah : tidak ada Raja dari kaum muslimin yang lebih baik dari Muawiyah. Ibnu Toba-Toba, salah seorang sejarawan syi’ah juga berkomentar baik mengenai beliau. Lihat dalam kitabnya “Al Fakh fii Al adaabi As Sultoniyah”

Semoga dengan tulisan ini bisa menambah wacana ilmiyah kita dan merubah cara pandang kita terhadap pribadi Muawiyah bin Abi Sofyan,  penulis sadar, sebagai manusia beliau juga punya banyak kekurangan dan kesalahan. Tapi berlebihan dalam menyalahkan bahkan mengolok-oloknya adalah hal yang tidak patut di lakukan oleh seorang Muslim.
Wallahu a’lam bis showab.

Sumber :

1.      Tarikh Khulafa karya Imam Asy Syuyuti
2.      Asadul Ghobah karya Ibnu Al Atsiir.
3.      Mukhadhorootu fii tarikh Ad Daulatain Al Ummawi wa Al Abbasi, karya Dr Muhammad Ahmad Muhammad.
4.      Sunan At Tirmidzi, karya imam At Tirmidzi.
5.      Wikipedia.com
6.      Al Bidayah Wa An Nihayah, karya Ibnu Katsir.
7.      Ad Daulah Al Ummawiyah, karya Asy Sya’labi.
8.      Rakhiqul Al Makhtum, karya Shafi’urrohman Mubarok Furri.

Kuwait hostel,
Islamabad 15-3-2012.