Saturday, 15 August 2015

❤ Untuk ukhti shalihah..
Kita tak pernah tahu..
Yang manakah dulu melamar diri dahulu..
Kematian atau pernikahan yang menghadap penghulu..

❤ Untuk ukhti shalihah..
Kau tak perlu menunggu..
Perbaiki saja dirimu dulu..
Seperti jodohmu yang kau tunggu..
Karena hakekatnya jodohmu adalah cerminan dirimu (an-nur: 26)
Jangan pernah patah arang karena jodoh belum bertemu..
Mungkin saja Allah masih inginkan kau bermunajad kepadaNya yang satu..

❤ Untuk ukhti shalihah..
Jodoh itu sama dengan kematian..
Ia datang mendadak tanpa harus menunggu kepastian..
Dan itulah tersimpan Qodarullah yang berupa ujian..
Ujian dalam menjaga hati agar tidak sampai berlebihan dalam berangan-angan..

Wednesday, 12 August 2015


Kita tahu bahwa Masjis Nabawi adalah masjid yang mulia. Lantas apa keutamaan shalat di Masjid Nabawi dibanding masjid lainnya?
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ، وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ – صلى الله عليه وسلم – وَمَسْجِدِ الأَقْصَى
 “Tidaklah pelana itu diikat –yaitu tidak boleh bersengaja melakukan perjalanan (dalam rangka ibadah ke suatu tempat)- kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, masjid Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan masjidil Aqsho” (HR. Bukhari 1189 dan Muslim no. 1397). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al Khudriy. Hadits ini secara tegas menunjukkan keutamaan sengaja bersafar ke ketiga masjid di atas. Dan ini berarti selain tiga masjid itu tidak dibolehkan jika sengaja bersafar ke sana dalam rangka ibadah, baik itu ke kuburan wali maupun orang sholih .

DR Yusuf Qardhawi_ Distorsi Sejarah Islam, hal 25 :

Salah satu yang ingin saya jelaskan dengan obyektif adalah para penguasa dulu tidak memiliki pengaruh seperti para penguasa di zaman sekarang. Pemerintah di zaman sekarang mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap masyarakat. Ia memiliki kendali dalam bidang pengajaran dan pendidikan. Dari mulai tingkat Taman kanak-kanak (TK) hingga tingkat Universitas.

Ia memiliki kendali media massa. Baik dalam bentuk tulisan, audio ataupun visual, media-media itulah yang pada zaman sekarang membawa berita dan pemikiran, dan semua itu bisa diwarnai sesuai dengan keinginan.

Adapun negara di zaman dahulu tidak memiliki pengaruh seperti itu, tidak setengah ataupun sepersepuluhnya.

Pada zaman dahulu ulama mengajar masyarakat di masjid dan sekolah. Dan semua itu dilakukan bukan atas perintah negara. Pada zaman dahulu, ulamalah yang memberikan fatwa kepada masyarakat. Baik dalam urusan agama ataupun kehidupan mereka. Dan hal tersebut tidak ada hubungannya dengan negara sedikitpun.

Sunday, 9 August 2015



Sudah bukan masanya lagi memasung diri dengan teori... 
Saatnya mengaca bahwa usia sudah tak lagi jenaka dan gantung sepatu dari mengikut-ikuti konsep jejak hidup orang lain yang katanya sukses... 
Mental sudah ada, pengalamanpun sudah punya...

Pengetahuan seadanya bukan berarti sudah menjadi garis polisi untuk tidak bergerak...  Lakukankan yang bisa di lakukan kawan...
 
Rute hidup sudah jelas tanpa filsafat, logika dan norma semu...
Singkirkan semua pertimbangan dan perhitungan yang sarat mengulur waktu...
Terlalu lama mempertimbangkan sampai- sampai ketiduran...
 
Catatan-catatan kecil dan semua rumus sudah pindah rak...
Dan alat teropong untuk memantau orang lain sudah saatnya di jual ke bazar.Terlalu lama di pakai sampai lupa di buang... 
Siapkan semua perlengkapan dan bekal lalu berbuat untuk sebuah kejelasan...



"Bingkisan Nasehat"

Cita yang tinggi membutuhkan proses dan pengorbanan.
Jika saja semua cita terjadi instan bagai sebungkus mie rebus. Seorang pedagang sukses tidak akan rela bangun di pagi buta hanya karena niaganya.

Seorang Ulama’ tidak perlu bersusah payah mengorbankan waktu untuk menghafal berbagai matan kitab dari yang berparagraf hingga yang berbait rapi...

Jika saja semua cita terjadi instan . Atlet profesional akan lebih senang bersantai dari pada membanting tubuh dengan bermacam porsi latihan yang menyiksa. Semuanya membutuhkan proses dan pengorbanan. Lalu bagaimana jika mati paling mulia yang dicita ???

Sepertinya jalan masih begitu panjang... Lisan masih saja mudah dan ringan mengiris perasaan teman, sahabat, dan sanak saudara. Dengki selalu menggantung di hati memandang kesuksesan tetangga. Itsar yang dianjurkan hanya sebatas pengetahuan belaka tanpa amalan nyata. Fitnah wanita dunia yang tak jua mereda. Hari berlalu tanpa guna bagi diri dan manusia. Hanya menambah dosa dan murka sang pencipta. Sepertinya jalan masih begitu panjang...

Saturday, 8 August 2015

International Islamic University Islamabad (IIUI) didirikan di Islamabad pada 01 Muharram 1401 H bertepatan dengan 11 November 1980 M. Dalam bahasa Pakistan disebut Baina el-Aqwam Islami University atau Universitas Antar Bangsa. Bermula dari pembangunan Faisal Mosque seluas 189.705 meter persegi dan asrama Kuwait hostel yang terletak di kaki bukit Marghala tidak jauh dari Faishal Mosque dan terus berkembang dengan membangun kampus baru di Sector H-10 Islamabad dengan luas puluan hektar.

Universitas ini di bangun atas aspirasi dan hasrat negara-negara Muslim di mana program pendidikannya di awal universitas ini dibangun lebih diprioritaskan pada Islamic Studies (ushuluddin). Namun seiring dengan perkembangan zaman IIUI mulai melebarkan sayap dan membuka beberapa fakultas umum. Dalam sistem pendidikan dan pengajaran, IIUI menjadikan Bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa pengantar dalam perkuliahan.